Kompleks candi Prambanan dibangun
sekitar tahun 850 Masehi. Masih belum pasti apakah Prambanan dibangun
oleh Rakai Pikatan, raja kedua Wngsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu
semasa Wangsa Sanjaya. Namun para peneliti besepakat bahwa kompleks
candi Prambanan ditinggalkan dan mulai rusak tidak lama setelah selesai
dibangun. Candi Prambanan juga dikenal dengan nama lain, yaitu candi
Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang. Nama yang kedua ini terkait dengan
legenda dibangunnya candi.
Dalam legenda dikisahkan, candi
Prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso untuk memenuhi persyaratan
dari Rara Jonggrang. Awalnya, Bandung Bondowoso yang jatuh hati pada
kecantikan Rara Jonggrang hendak melamar putri raja itu. Rara Jonggrang
yang tak mencintai Bandung Bondowoso tak berani menolak lamaran itu
secara langsung. Makanya ia mengajukan syarat yang sulit pada Bandung
Bondowoso, yaitu membangun candi dengan seribu arca. Dengan
kesaktiannya, Bandung Bondowoso hampir dapat memenuhi persyaratan itu.
Namun pada arca yang ke 999, Rara Jongrang meminta bantuan warga untuk
menumbuk padi dan membuat api besar sehingga ayam pun berkokok karena
mengira pagi telah datang. Bandung Bondowoso yang murka karena merasa
dicurangi kemudian mengutuk Rara Jonggrang menjadi arca yang ke 1000.
Kekayaan Prambanan akan relief bahkan
menghasilkan berbagai cerita dan simbolisasi. Kisah Rama - Sinta
merupakan salah satu yang tergambar di relief Prambanan. Dari relief
salah satu candi di kompleks Prambanan pula burung mistik Garuda yang
digambarkan sebagai setengah manusia setengah burung dikenal. Konon,
dijadikannya Garuda sebagai lambang negara terinspirasi dari candi ini.
Kini kompleks candi Prambanan telah menjadi salah satu objek wisata
paling diminati di Yogyakarta. Sejak 1991, kompleks candi Prambanan
ditetapkan sebagai cagar budaya dunia oleh UNESCO.
Dalam kompleks candi terdapat tiga candi
utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut
melambangkan Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Setiap candi menghadap ke
timur dan berdekatan dengan candi pendamping yang menghadap ke barat.
Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain
itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut.
Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi. Candi-candi utama di
kompleks Prambanan menjulang tinggi sampai 47 meter, lebih tinggi lima
meter dari Borobodur. Candi juga dikelilingi taman yang dapat dijadikan
tempat istirahat pengunjung.
Bagi pengunjung ingin mengetahui lebih
banyak tentang candi-candi Prambanan, dapat memasuki bangunan museum
dekat kompleks candi. Dalam museum tersebut, pengunjung dapat
menyaksikan tampilan audio visual yang menyajikan sejarah penemuan
candi. Selain museum, tersedia pula taman bermain untuk anak dan kereta
mini untuk mengantar pengunjung mengelilingi kompleks candi. Akomodasi
di sekitar kompleks candi juga lengkap. Penginapan, rumah makan, dan
toko oleh-oleh yang berjajar-jajar menunggu untuk dikunjungi.
Kompleks candi Prambanan dibuka untuk
umum dari pukul 08.00 - 17.00 WIB. Setiap malam bulan purnama, digelar
Sendratari Ramayana dari pukul 20.00 - 22.00. WIB. (teks: kotajogja.com/foto: AanArdian)


0 komentar:
Posting Komentar